Friday, November 26, 2010

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

1. Penjelasan kesamaan drajat

Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik, artinya orang seorang itu sebagai anggota masyarakatnya, mempunyai hak dan kewajiban,  baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. beberapa hak dan kewajiban penting di tetapkan dalam undang - undang (Konstitusi) sebagai hak dan kewajiban asasi. untuk dapat melaksanakan hak dan kewajiban ini dengan bebas dari rasa takut perlu adanya jaminan, dan yang mampu memberikan jaminan ini adalah pemerintah yang kuat dan berwibawa. didalam susunan negara modern hak - hak dan kebebasan - kebebasan asasi manusia itu dilindungi oleh undang - undang dan menjadi hukum yang positif. undang - undang tersebut berlaku pada semua orang tanpa terkecuali dan dalam arti semua orang mempunyai kesamaan derajat dan ini dijamin oleh undang - undang. Hak ini lah yang banyak dikenal Ha Asasi Manusia.

2. Pasal2 dalam UUD 45 tentang Persamaan

- Pasal 1: "Sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikarunia akal dan budi dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persodaraan".

- Pasal 2 ayat 1: "Setiap orang berhak atas semua hak - hak dan kebebasan - kebebasan yang tercantum dengan pernyataan ini dengan tidak ada kecuali apapun, seperti misalnya bangsa, warna, jenis kelamin, bahasa, agama, politik, atau pendapat lain atau kemasyarakatan, milik, kelahiran ataupun kedudukan".

- Pasar 7:  "Setiap orang adalah sama terhadap undang  undang dan berhak atas perlindungan hukum yang dengan tidak ada perbedaan. Sekalian orang berhak atas perlindungan yang sama terhadap setiap perbedaan yang memperkosa pernyataan ini dan terhadap segala hasutan yang di tujukan kepada perbedaan semacam ini.

sumber: Ebook MKDU ISD Gunadarma

Studi Kasus:
Masa depan Amerika Serikat, dan keberhasilan dalam menghadapi badai krisis dan keterpurukan ekonomi, tergantung dari kerjasama antar warga Amerika itu sendiri. Dalam pidatonya, Obama meminta tidak ada lagi perbedaan hak berdasarkan ras, dan juga gender.

Selain itu ia mengharapkan agar semua tetap menjunjung nila-nilai mulia, seperti kejujuran, kesetiaan, kerjasama, saling menghargai, dan juga membangun toleransi.

"Saat ini adalah era dimana dituntut tanggung jawab dan pengakuan dari semua warga Amerika di manapun mereka berada. Bahwa kita punya tugas, untuk diri kita sendiri, bangsa kita, dan juga dunia."

Untuk menghadapi segala rintangan, akibat kesenjangan yang ada, Presiden Obama mengajak seluruh warga tidak lagi mempertajam perbedaan-perbedaan yang ada. Agar satu sama lain, dapat saling mengingatkan jika mengetahui adanya bahaya yang akan mengganggu kemerdekaan negara.

"Inilah harganya, dan janji dari seluruh warganegara, yang menjadi sumber kepercayaan diri, seperti pernyataan Tuhan mengenai takdir mutlak arti kemerdekaan, termasuk laki-laki, perempuan dan anak-anak dari ras apapun, dan keyakinan apapun dapat bersatu di dunia yang menakjubkan ini."

Dalam pidatonya, Obama juga menambahkan agar semangat dan harapan ini bisa terus dibawa, untuk mewujudkan dunia baru yang lebih baik.
 
sumber:
Masa depan Amerika Serikat, dan keberhasilan dalam menghadapi badai krisis dan keterpurukan ekonomi, tergantung dari kerjasama antar warga Amerika itu sendiri. Dalam pidatonya, Obama meminta tidak ada lagi perbedaan hak berdasarkan ras, dan juga gender.

Selain itu ia mengharapkan agar semua tetap menjunjung nila-nilai mulia, seperti kejujuran, kesetiaan, kerjasama, saling menghargai, dan juga membangun toleransi.

"Saat ini adalah era dimana dituntut tanggung jawab dan pengakuan dari semua warga Amerika di manapun mereka berada. Bahwa kita punya tugas, untuk diri kita sendiri, bangsa kita, dan juga dunia."

Untuk menghadapi segala rintangan, akibat kesenjangan yang ada, Presiden Obama mengajak seluruh warga tidak lagi mempertajam perbedaan-perbedaan yang ada. Agar satu sama lain, dapat saling mengingatkan jika mengetahui adanya bahaya yang akan mengganggu kemerdekaan negara.

"Inilah harganya, dan janji dari seluruh warganegara, yang menjadi sumber kepercayaan diri, seperti pernyataan Tuhan mengenai takdir mutlak arti kemerdekaan, termasuk laki-laki, perempuan dan anak-anak dari ras apapun, dan keyakinan apapun dapat bersatu di dunia yang menakjubkan ini."

Dalam pidatonya, Obama juga menambahkan agar semangat dan harapan ini bisa terus dibawa, untuk mewujudkan dunia baru yang lebih baik.
 sumber: http://www.1newspot.com/view/video/12092/obama-tegaskan-persamaan-hak

opini:
Dalam pemilu Amerika serikat kemarin, obama adalah pertama kali Presiden berkulit HItam. Banyak warga kulit hitam diAmerika mendukung Barrack Obama tersebut, banyak orang menganggap dia akan mengubah hidup kaum kulit hitam di Amerika. Selain itu, wawasan obama pun lebih baik.  

Warganegara dan Negara

1. Pengertian Negara

Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi di mana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.

2. Tugas Utama Negara

     - Mengatur dan Menertibkan gejala - gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan dalam satu sama lainnya.
     - Mengatur dan Menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan negara.

Sumber: Ebook MKDU ISD Gunadarma

studi kasus:

Negara Harus Lindungi Rakyat

Terdengar obrolan hangat di warung kopi. Ada yang dengan sinis menyamakan polisi India dengan polisi Indonesia sebagaimana yang ditonton di layar putih atau layar kaca. Setiap kali ada keributan, tawuran, perkelahian massal atau kerusuhan, dan bentrokan berdarah, selalu polisi lambat tiba tepat waktu di tempat kejadian untuk meredam keributan.

Pandangan demikian biasa ditonton dalam film-film India (Bollywood)). Namun, ada bedanya. Tak ada beban penonton jika menonton film India. Sang hero atau tokoh protagonis selalu menang di akhir kisah meski babak belur dan nyaris tewas pada awal atau pertengahan cerita. Rupanya, ada semacam moral budaya India (Hindu) yang mengharamkan kejahatan menang atas kebaikan.

Berbagai peristiwa kerusuhan di tanah air tak jarang lambat diredam atau dihentikan. Intel kepolisian mungkin tak memiliki jaringan mata dan telinga yang secara dini dapat mendeteksi dan menangkap adanya tanda-tanda awal kerusuhan atau adanya potensi signal kerusuhan sehingga sedapat mungkin dicegah.

Harapan bahwa warga masyarakat dengan jujur, ikhlas, dan berani menjadi perpanjangan mata dan telinga polisi sulit terpenuhi. Selain rasa takut karena bisa turut dilibatkan sebagai saksi, juga tak mau ambil pusing karena sudah kepusingan tujuh keliling karena masalah rutin yang dihadapi sehari-hari.

Anjuran pemerintah agar antara sesama warga dan kelompok harus saling melindungi serta bukan baku hantam atau saling menganiaya dan bahkan saling melikuidasi. Sesungguhnya, negara yang direpresentasikan oleh pemerintah harus melindungi warganya di dalam seluruh jenis kegiatan yang bertujuan mengembangkan dan menyempurnakan hidupnya.

Namun, terkesan kuat seakan-akan negara (pemerintah) tidak melindungi warganya, melainkan bersikap membiarkan terjadinya saling hantam antara sesama warga, terutama dalam kasus yang bermuatan SARA.

Sebagai contoh, peristiwa pengrusakan rumah, tempat hunian, dan tempat ibadah serta penganiayaan umat Ahmadiyah yang berulangkali terjadi adalah bukti paling nyata tentang gagalnya pemerintah melindungi rakyatnya.

Demikian pula peritiwa main hakim sendiri, baik oleh alat penegak hukum dan ketertiban, maupun oleh sesama warga dan kelompok di antara sesamanya karena ingin membela kepentingan masing-masing atau ingin menang sendiri tanpa mempertimbangkan rasa adil dan keadilan yang harus dijunjung tinggi.

Ungkapan bahwa setiap manusia sama di depan hukum, yang semakin kehilangan maknanya, harus diwujudkan oleh pemerintah sebagai pelindung sejati.

Sumber studi kasus:
http://metronews.fajar.co.id/read/106926/51/negara-harus-lindungi-rakyat 

Opini:
menurut saya sangat wajar jika kita mendapat perlindungan dari negara, seperti polisi, polri dll. Dalam arti kita mendapat perlindungan hukum, dan lain2. Dan jangan sampai polisi melakukan sesuatu yang dapat mencemarkan citra dan nama polisi dimata masyarakat, seperti banyak ditv" polisi disuap agar narapidana tersebut bisa bebas. 

Pemuda dan Sosialisasi

1) Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda Di Masyarakat

Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang dalam atau dengan kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat sekat kelompok, namun solidaritas sosial yang universal secara menyeluruh serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan. Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain, tidak bisa melihat penderitan rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang memerlukannya.

Selaku Pemuda kita dituntut aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, sosialisasi dengan warga sekitar. Kehadiran pemuda sangat dinantikan untuk menyokong perubahan dan pembaharuan bagi masyarakat dan negara. Aksi reformasi disemua bidang adalah agenda pemuda kearah masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin dilakukan oleh orang tua dan anak-anak.

 
2) Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda


Maksud dari pola pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu. Serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
  1. Landasan idiil : Pancasila
  2. Landasan konstitusional : UUD 1945
  3. Landasan Strategis : Garis-garis besar haluan negara
  4. Landasan historis : Sumpah pemuda tahun 1928 dan Proklamasi kemerdekaan
  5. Landasan normatif : etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat
sumber: Ebook MKDU ISD Gunadarma

Studi Kasus:
 
Keinginan menghasilkan lulusan terbaik, tentunya menjadi idaman dan tujuan setiap perguruan tinggi. Namun peningkatan mutu lulusan harus pula diikuti dengan manajemen tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance). Manajemen tata kelola perguruan tinggi yang baik ini juga menjadi indikator penting keberhasilan pendidikan nasional.

Saat ini perguruan tinggi tengah dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mempunyai kemampuan keilmuan (hard skills) yang memadai, tetapi juga diharuskan mempunyai kemampuan kepribadian (soft skills) yang mumpuni. Observasi singkat terhadap dunia kerja menunjukkan perubahan paradigma serapan tenaga kerja. Jika pada tahun 1990-an serapan tenaga kerja oleh perusahaan berorientasi pada tanggible asset saat ini berubah menjadi intanggible asset. Akibat perubahan ini tentunya berdampak pada lulusan perguruan tinggi yang akan memasuki pasar kerja. Maka itu, perubahan orientasi ini wajib diikuti oleh perguruan tinggi.

Orientasi mutu lulusan perguruan tinggi yang selama ini hanya berorientasi pada hard skills kini mulai mengalami perubahan dengan dimasukkannya unsur pengembangan soft skills. Maka itu perubahan paradigma pendidikan yang dulu berfokus pada isi dimana pembelajaran berpusat pada tenaga didik (dosen), sekarang telah bergeser bahwa pembelajaran berpusat pada mahasiswa. Dengan perubahan orientasi ini, maka tenaga didik hanya akan bertindak sebagai fasilitator dan penekanan pada bagaimana cara menyelesaikan permasalahan.

Mahasiswa yang nantinya akan menjadi lulusan perguruan tinggi dan diserap pasar kerja harus siap dengan orientasi intanggible asset yang bermura pada kemampuan soft skills yang memadai. Perguruan tinggi juga diharapkan menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mentransformasikan aneka kecerdasan yang mereka miliki menjadi daya tumbuh dan daya tahan dalam lingkungan kehidupan yang akan mereka hadapi.

Berbicara mengenai pengembangan soft skills di perguruan tinggi sebenarnya bukanlah “barang” baru dalam dunia pendidikan. Di beberapa universitas pengembangan soft skills diterapkan dengan berbagai pendekatan. Misalnya saja program “mahasiswa unggul” atau “pengembangan kewirausahaan mahasiswa”. Di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sendiri beberapa mata kuliah yang berorientasi pada pengembangan soft skills sebenarnya telah diberikan pada para mahasiswa. Misalnya saja mata kuliah “Kewirausahaan” atau mata kuliah “Studi Kemuhammadiyahan”. Dua contoh mata kuliah ini bertujuan membekali lulusan untuk tidak hanya sekedar mampu menguasai pengetahuan dan teknologi di bidangnya, melainkan juga memiliki soft skills. Dengan pemberian mata kuliah ini, UMSU berharap para lulusannya siap menghadapi pasar tenaga kerja.

Soft skills yang secara ringkas bisa didefinisikan sebagai kepribadian seseorang untuk mengembangkan hubungan-hubungan kemanusiaan mempunyai berbagai aspek. Spencer & Spencer (1993) menyatakan bahwa soft skills memuat beberapa aspek, antara lain: berorientasi pada pencapaian, mempunyai inisiatif, kemampuan memimpin, percaya diri, fleksibel, berorientasi pada pelayanan, kemampuan membangun tim, dan lain sebagainya.

Dari aspek-aspek yang disebutkan Spencer & Spencer diatas, kita melihat bahwa soft skills sangat berorientasi pada pengembangan sisi-sisi kemanusiaan (humanity) dari lulusan perguruan tinggi. Maka itu, komitmen mengembangkan soft skills di perguruan tinggi sejalan dengan Strategi Jangka Panjang pendidikan Tinggi (HELTS) 2003-2010 yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang telah merumuskan 3 (tiga) kebijakan dasar pengembangan pendidikan tinggi, yaitu daya saing bangsa, otonomi dan desentralisasi, dan kesehatan organisasi.

Untuk pengembangan soft skills ini pula, UMSU pada pekan pertama bulan April 2007 ini telah menyelenggarakan sosialisasi program pengembangan soft skills ini kepada para tenaga didik di lingkungannya. Tujuannya adalah ketika berusaha memperbaiki mutu pendidikan, semua orang harus menyadari bahwa peran dan fungsi tenaga didik sangat menentukan dalam hal ini. Hampir bisa dipastikan, tidak akan ada pendidikan yang bermutu tanpa tenaga didik yang bermutu. Dan UMSU punya komitmen kuat untuk membangun mutu tenaga didik dan lulusan yang bermutu.

Dalam sosialisasi ini makin terlihat bahwa pentingnya segera dilakukan pengembangan soft skills di perguruan tinggi untuk menunjang mutu lulusan perguruan tinggi. Terbangunnya kesadaran untuk mengembangkan softs skills di kalangan para tenaga didik ini tentunya sejalan dengan misi UMSU yang ingin menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian dan pembinaan nilai-nilai hidup Islami serta mengembangan kebebesan berfikir ilmiah yang dijiwai dengan semangat ketauhidan.

Mengakhiri tulisan ini, saya ingin menyampaikan bahwa pengembangan soft skills di perguruan tinggi mau tidak mau kini menjadi sebuah keharusan. Dan tentunya semua stakeholders dalam dunia pendidikan harus ikut serta dalam program pengembangan soft skills ini. 

sumber studi kasus: http://komunikasipublik.multiply.com/journal/item/110


OPINI:
Softskill dalam perguruan tinggi juga sangat diperlukan untuk persiapan menuju kerja, daripada hanya hardskill. Selain kita mempraktekan langsung, kita dapat mengetahui didalamnya terdapat apa saja yang kita lakukan. Dan itu akan menjadi pengalaman tersendiri khususnya sebelum kita bekerja.

Individu, Keluarga dan Masyarakat

1. Macam - macam Fungsi Keluarga

            Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan yang harus dilakukan. Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dikerjakan itu biasa disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan oleh tugas yang dilakukan oleh suatu keluarga.

Macam-macam fungsi keluarga:
  1. Fungsi biologis
  2. Fungsi pemeliharaan
  3. Fungsi ekonomi
  4. Fungsi keagamaan
  5. Fungsi social

Secara terbatas fungsi keluarga dalam sosial masyarakat adalah sebagai berikut :
   
    - Menjaga keharmonisan antar sesama.
    - Membuat stabilitas terhadap seluruh aspek kegiatan masyarakat.
    - Menciptakan suasana kebersamaan yang kuat
    - Membantu sesama bagi yang memiliki kesulitan
    - Mengatur perekonomian dalam masyarakat.
    - Memecahkan masalah secara bersama-sama.

2. Pengertian Keluarga

            Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.

Sumber: Ebook MKDU ISD Gunadarma

Studi Kasus

Jakarta - Truth is the most valuable thing we have. Let us economize it (Mark Twain 1835 - 1910).

Apakah ada hubungan krisis dengan kejujuran? Ternyata banyak hubungannya. Bila kita mengikuti berita media dan kajian para ekonom jelaslah bahwa salah satu akar dari krisis ekonomi 2008 ini adalah kejujuran. Bagaimana bisa terjadi? Dan bagaimana kejujuran menangkal krisis?

Kita ingat kembali krisis tahun 2008 berawal dari krisis subprime mortgage di Amerika. Ketika itu banyak kredit perumahan rakyat Amerika yang gagal bayar. Selanjutnya, bagai bola salju krisis subprime mortgage itu meruntuhkan sendi-sendi ekonomi Amerika.

Krisis subprime mortgage terjadi karena kejujuran dibaikan. Sejak awal urutan transaksi tersebut kejujuran sudah dikesampingkan. Kejujuran yang paling awal diabaikan adalah kejujuran terhadap kemampuan atau daya beli.

Kepala keluarga, dalam hal ini individu sebagai konsumen, pekerja, dan calon debitur tidak jujur pada dirinya sendiri. Bahwa ia sebenarnya tidak akan mampu membiayai kredit kepemilikan rumah tersebut.

Bila para calon pengaju kredit tersebut menghitung pendapatan dan pengeluaran bulanannya maka harusnya ia menyimpulkan tidak mampu membeli rumah. Tapi, toh dengan "American dream"-nya ia tetap nekat mengajukan kredit rumah. Kenekatannya itu ternyata didukung pula oleh sistem perbankan di sana.

Bank sewaktu menilai kelayakan kredit calon debitur sudah sadar betul bahwa yang bersangkutan tidak akan mampu membayar. Tapi, toh akhirnya pengajuan kredit itu disetujui dengan berbagai teknik rekayasa keuangan. Istilahnya di sekuritisasi. Ini sama saja membungkus "ketidakjujuran" risiko gagal bayar menjadi layak dan baik-baik saja.

Demi menhindari gagal bayar yang bank sudah tahu sebelumnya hasil sekuritisasi selanjutnya dijual di pasar modal. Kembali lagi berbagai macam teknik rekayasa keuangan dilakukan untuk membungkus ketidakjujuran menjadi sesuatu yang indah dan menjanjikan hasil yang tinggi.

Para investor pun tertipu atau "merelakan dirinya tertipu" dengan janji-janji hasil yang tinggi. Intinya, banyak bisnis, uang, dan sumber daya ekonomi dunia lainnya dipertaruhkan untuk suatu hal yang dibangun atas ketidakjujuran.

Ketika satu ketidakjujuran runtuh yaitu ketika debitur kredit rumah tidak mampu membayar maka semua bangunan yang bertumpu dari ketidakjujuran itu hancur satu krisis menyebabkan krisis yang lain. Demikian seterusnya hingga kondisi ekonomi seperti sekarang ini.

Ketidakjujuran sepertinya sudah menjalar ke seluruh simpul ekonomi dunia. Konsumen tidak jujur dengan daya belinya terus melakukan konsumsi dengan risiko tertimbun utang. Nasabah tidak jujur tentang data-data dengan risiko gagal bayar.

Korporasi tidak jujur dengan kondisi keuangan dan laporannya dengan risiko menyesatkan investor dan masyarakat. Bank tidak jujur dengan pengelolaan simpanan nasabah dengan risiko jatuhnya bank tersebut.

Pemerintah yang tidak jujur dalam membuat kebijakan dengan risiko kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Juga, para analis tidak jujur menyampaikan fakta kepada masyarakat dengan risiko menyesatkan. Jadi pantas bila krisis yang kita alami sedemikian hebatnya karena ia adalah buah dari gelembung ketidakjujuran yang sangat besar.

Apakah kita dapat memperbaiki keadaan dengan mengutamakan kejujuran? Mari, kita ingat sepenggal hadis Nabi yang mengatakan, "Sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan kepada jalan kebaikan ... " (hadis lengkap dapat dilihat pada HR Al Bukhari no 6094 dan Muslim no 2606). Bersandar pada hadis Nabi tersebut krisis kita sekarang pasti dapat diatasi dengan mendorong perilaku jujur para pelaku ekonomi.

Konsumen yang jujur akan menunjukkan demand (baca: kebutuhan dengan daya beli) yang benar. Dengan demikian produsen akan melakukan investasi dan produksi dengan dasar yang benar pula. Bila nasabah bank jujur maka bank akan memberikan kredit dengan dasar informasi yang jujur pula. Demikian seterusnya.

Dalam disiplin ekonomi kita mengenal pasar yang efisien yaitu apabila harga barang-barang yang dijual telah menunjukan semua informasi yang ada sehingga tidak terbias (not biased) menjadi terlalu murah atau terlalu mahal.

Artinya tidak ada informasi yang direkayasa sedemikian rupa sehingga suatu yang buruk terlihat menjadi baik. Pasar yang efisien akan mengarahkan para pelaku dalam pasar untuk mengambil keputusan dengan benar. Apapun pertimbangan pelaku adalah hasil dari informasi jujur dari pasar.

Bila roda ekonomi berputar dengan skema yang demikian maka risiko ekonomi menjadi rendah. Karena, risiko yang muncul adalah risiko bisnis dan operasi saja. Risiko dari penyesatan informasi telah dihilangkan dari mata rantai ekonomi.

Dalam teori ekonomi kita juga memahami bahwa tingkat risiko yang rendah akan menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik. Stabilitas ekonomi yang baik akan mendorong para pelaku pasar melakukan investasi dan produksi dengan lebih baik. Pada akhirnya akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pula.

Sumber:

Opini:
Sebenarnya kejujuran adalah berasal dari diri, dimana itu mungkin sebagian adalah berasal dari factor kelarga, mungkin keluarga dia bermasalah dsb. Seharusnya krisis bias diatasi asal semua orang berlaku jujur.

Thursday, October 14, 2010

Penduduk, Masyarakat, Kebudayaan

1) Menjelaskan Dinamika Penduduk

Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk.
Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan yang terakhir 2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk

Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu :
  • Kelahiran (natalitas)
  • Kematian (mortalitas)
  • Migrasi (perpindahan)
sumber: KLIK DISINI

2) Tiga Piramid Penduduk

Ada tiga jenis struktur penduduk :

   1. Piramida Penduduk Muda Bentuk Limas (Expansive)
   2. Piramida Stationer Bentuk Granat
   3. Piramida Penduduk Tua Bentuk Batu Nisan (Constructive)

*SUMBER SUB MATERI BLOG
Sumber : KLIK DISINI

3) Penjelasan 3 Piramid Penduduk

Berdasarkan komposisinya Pyramid penduduk dibedakan atas :
- Piramid Penduduk Muda, yaitu penduduk dalam pertumbuhan, alasannya lebih besar dan ujungnya runcing, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian.
- Piramid Penduduk Tua, yaitu piramida pendduk yang menggambarkan penduduk dalam kemunduran, pyramid ini menunjukkan bahwa penduduk usia muda jumlanya lebih kecil dibandingkan dengan penduduk dewasa, hal ini menjadi masalah karena jika ini berjalan terus menerus memungkinkan penduduk akan menjadi musnah karena kehabisan. Disini angka kelahiran lebih kecil dibandingkan angka kematian.
- Piramid Stasioner, disini keadaan penduduk usia muda, usia dewasa dan lanjut usia seimbang, pyramid penduduk stasioner ini merupakan idealnya keadaan penduduk suatu Negara.

Sumber: KLIK DISINI



Studi Kasus.

Jakarta - Beberapa tahun lalu masyarakat sedikit dibuat tersenyum dengan kebijakan pemberlakuan cuti bersama yang sempat membuat hari libur cukup banyak dinikmati para pekerja Indonesia. Semangat kebijakan tersebut adalah efisiensi kerja dan penataan irama kerja. Tetapi, ternyata ada implikasi ekonomi yang dari perspektif tertentu memberikan pengaruh positif bagi kualitas pertumbuhan ekonomi yaitu implikasi pada pemerataan ekonomi.

Masa libur cenderung membuat masyarakat perkotaan untuk menghabiskan cutinya di tempat-tempat rekreasi, kampung halaman, wisata di pedesaan berudara bersih, belanja, wisata kuliner bersama keluarga, dan lain sebagainya. Kecenderungan ini membuat ada aliran yang dana yang cukup signifikan dari daerah urban ke daerah pedesaan atau satelit kota. Alokasi sumber daya akan menjadi lebih merata dan efisien. Perkotaan sebagai pusat industri dan kapital dapat melakukan saluran sumber dayanya ke pedesaan dengan cukup efektif.

Kecenderungan ini pula sebaiknya dimanfaatkan pemerintah-pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi pedesaannya menjadi tempat-tempat tujuan liburan dengan berbagai bentuk kelebihan pelayanannya. Dari wisata desa yang menjual gaya hidup desa dengan aktivitas bertani, menggembala hewan, atau membuat tembikar sampai dengan menjadi tempat rehat dengan nuansa desa yang menarik bagi penduduk urban, atau sekedar menjadi tempat transit menarik sekedar merasakan kuliner-kuliner unik pedesaan.

Di samping itu, konsep "menjual" pedesaan kepada penduduk urban dapat dilakukan dengan mengintegrasikan potensi desa yang ada. Misalnya banyaknya pesantren di suatu daerah sepatutnya dapat menawarkan wisata rohani bagi masyarakat kota yang sibuk dengan urusan bisnisnya. Atau bahkan berkelanjutan pada pembinaan rohani yang berkesinambungan setelah itu. Inovasi konsep-konsep jualan itu harus dimiliki pemerintah daerah dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, atau bahkan tingkat provinsi.

Pemerintah daerah juga sebaiknya mulai sadar bahwa pengembangan desa tidak melulu memaksa masyarakat desa menjadi petani menggarap lahan atau program transmigrasi. Tetapi, juga dapat menjadi tempat "belanja" penduduk urban. Konsep ini harus terus dieksplorasi sehingga betul-betul hubungan mutualisma kota dan desa dapat tercipta.

Dengan begitu kondisi infioritas pedesaan atau superioritas perkotaan tidak terjadi. Dan, yang terpenting adalah (sedikit banyak) terjawabnya masalah klasik ekonomi yaitu pemerataan ekonomi. Pada akhirnya konsep transmigrasi yang saat ini dominan bersifat memaksa berubah menjadi sukarela.

Pada intinya strategi pemerataan ekonomi ini muncul dari keyakinan bahwa pasar adalah jantung ekonomi. Upaya mempertemukan kekuatan permintaan dan penawaran menjadi pedoman dalam memakmurkan ekonomi. Dan, mempertemukan permintaan masyarakat urban dengan potensi ekonomi (sekaligus sosial) pedesaan merupakan bentuk pasar modern yang implikasinya sangat positif. Baik secara ekonomi maupun interaksi dan harmonisasi sosial.

Oleh sebab itu kebijakan cuti bersama pada waktu-waktu tertentu sebenarnya patut difikirkan ulang dan dikelola dengan baik agar tidak menekan produktivitas industri perkotaan. Tetapi, mampu dijadikan instrumen kebijakan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan. Khususnya pemerataan ekonomi.

Kebijakan waktu cuti tidak harus sama antara satu daerah dengan daerah lain. Mengingat karakteristik perkotaan dan pedesaan antara satu daerah dengan daerah lain juga berbeda kondisinya.

Selanjutnya jika pasar ini berkembang upaya-upaya yang kemudian dilakukan adalah meningkatkan kualitas hubungan mutualisma kota dan desa. Baik dari sisi pendidikan, kebudayaan, dan lain sebagainya. Atau meningkatkan hubungan mutualisma tadi tidak sekedar pada hubungan yang terjadi pada waktu-waktu liburan atau akhir pekan. Tetapi, hubungan yang lebih langgeng berkelanjutan. Seperti menjadikan pedesaan sebagai basis pendidikan sekolah menengah yang menggunakan konsep boarding (asrama).

Indonesia kaya dengan beragam potensi ekonominya. Besarnya populasi dan luasnya wilayah Indonesia yang mencerminkan besarnya pasar yang dimilikinya. Oleh sebab itu eksplorasi perekonomian domestik harus terus dilakukan dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketahanan perekonomian domestik. Indonesia sudah sepantasnya mendapatkan kondisi perekonomian yang mapan dan terdepan dibandingkan negara serantaunya.

Sumber Studi Kasus : DISINI 

OPINI: 
menurut saya kebijakan pemerintah tentang cuti bersama sangat berdampak positif, selain mengurangi kemacetan dikota2 besar, pedesaan dan tempat rekreasi pun bisa menjadi alternatif lain. dimana itu sendiri bisa menambah nilai pendapatpan untuk desa atau tempat tersebut, dilain pihak kota besar pun akan berkurang kendaraan2 karena hari cuti bersama tersebut. 

Daftar peringkat Processor

Tanpa blablabla langsung cek aja gan lumayan referensi buat rakit komputer

Saturday, October 2, 2010

Daftar peringkat VGA

masih bingung nyari referensi VGA high dengan low price?
mungkin gambar ini bisa membantu.


Harga memang menentukan kualitas, tp lihat juga sejauh mana VGA tsb bekerja.