Sunday, October 28, 2012

Profile Diri

:D

Friday, October 26, 2012

Membuat Garis

NAMA  : PANJI PANGESTU
NPM     : 15110312
KELAS : 3KA28 

Membuat garis dengan Menggunakan Open GL, dengan software Dev C++.
Pertama" Download dulu Dev C++ nya DISINI dan download juga GLUT untuk Dev CPP nya DISINI


Install GLUTnya sampai selesai, kemudian membuat Garis menggunakan CPP dengan Open GL. Pilih File>New>Project>Multimedia>OpenGL. 



Setelah selesai akan terbuka suatu project cpp dengan codingnya. kita akan menaruh coding garisnya diantara  /* OpenGL animation code goes here */ dan     /* shutdown OpenGL */

Garis Horinzontal codingnya

glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glPushMatrix ();
glClearColor(1,1,1,0);
glColor3f(1,1,1); //
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(-0.6f, 0.0f, 0.0f);
glVertex3f(0.6f, 0.0f, 0.0f);
glEnd ();
glPopMatrix ();
SwapBuffers (hDC);
Sleep (1);
}
}

Dan hasilnya yang muncul setelah di compile & Run


untuk glClearColor berfungsi untuk menentukan nilai" untuk buffer warna. kemudian glClear GL_COLOR_BUFFER_BIT untuk Menunjukan buffer saat menulis warna. glPushMatrix disini untuk mensave suatu screen dan kemudian ClearColor lagi. glColor3f (1,1,1,0) adalah 3 warna utama yaitu Red Green Blue, jika 1 berarti Yes, dan 0 berarti No, Karena Gabungan 3 warna Red Green Blue adalah putih. jadi untuk garisnya berwarna putih. dan glBegin untuk start. gl vertex3f berfungsi untuk menentukan titik kordinat X, Y dan, Z. dan glEnd untuk berarti end pada suatu program opengl. fungsi glpopmatrix untuk menload data dari coding yang diatas. swapbuffer berfungsi untuk pertukaran buffer, HDC berfungsi menentukan konteks perangkat. Jika format pixel saat jendela direferensikan oleh konteks perangkat termasuk buffer kembali, pertukaran fungsi bagian depan dan belakang buffer.

Garis Vertikal codingnya


glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);

glPushMatrix ();
glClearColor(1,1,1,0);
glColor3f(1,1,1); //
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(0.10,10.0,13.13);
glVertex3f(0,0,0.0);
glEnd ();
glPopMatrix ();

SwapBuffers (hDC);

Sleep (1);
}
}



Dan hasilnya yang muncul setelah di compile & Run

untuk garis ini juga hampir sama tetapi hanya beda posisi di glVertex3f yaitu titik" kordinat yang digunakan.

Garis Diagonal Codingnya


glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);

glPushMatrix ();
glClearColor(1,1,1,0);
glColor3f(1,1,1); //
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(0,0,-0.8);
glVertex3f(9.9,8.9,0.1);

glEnd ();
glPopMatrix ();

SwapBuffers (hDC);

Sleep (1);

}
}

Dan hasilnya yang muncul setelah di compile & Run


untuk garis diagonal pun sama dengan horizontal dan vertikal hanya beda peletakan titik kordinat vertex3f.

Thursday, April 5, 2012

Tugas 2 Teori Organisasi Umum 2

Diketahui         : Fungsi Permintaan Q = 400 – 2P
                           Fungsi biaya Pabrik A: CA = 20QA
                           Fungsi biaya Pabrik B: CB = 0,25Q2B
Ditanya            : Tentukan output yang dihasilkan oleh masing-masing pabrik, tingkat harga, dan laba perusahaan
Pemecahan:

Tugas 1 Teori Organisasi Umum 2

Diketahui         : Fungsi Permintaan Q = 200 – 2P
                           Fungsi biaya Pabrik A: CA = 10QA
                           Fungsi biaya Pabrik B: CB = 0,25Q2B
Ditanya            : Tentukan output yang dihasilkan oleh masing-masing pabrik, tingkat harga, dan laba perusahaan
Pemecahan:

Tuesday, March 20, 2012

Tulisan 5 Teori Organisasi Umum 2


Pengaruh Pajak
            Pajak lam-sam(lum-sum-tax) dan pajak penjualan spesifik (spsific sales tax). Pajak lam-sam merupakan pajak yang hanya mempengaruhi biaya tetap (FC). Dengan demikian perubahan pajak lamsam hanya menggeser kurva AFC dan kurva AC. Ini berarti bahwa perubahan pajak pamsam tidak mengubah biaya marjinal (MC), sehingga keseimbangan perusahaan tidak berubah, demikian juga dengan penawaran perusahaan.
           
            Berbeda dengan pajak lamsam. Pajak penjualan spesifik mempngaruhi biaya variable (VC), yang berarti juga mempengaruhi biaya marjinal (MC). Jika biaya marjinal berubah (dalam hal ini MC bergeser) maka penawaran perusahaan juga berubah. Penigkatan pajak penjualan spesifik akan menggeser kurva MC dengan slop positif ke kiri. Hal ini membuat penawaran perusahaan bergeser kekiri. Implikasinya, harga naik dan kuantitas keseimbangan berkurang. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan menarik, yakni: 1) Seberapa besar kenaikan harga keseimbangan dan penurunan kuantitas (Q) keseimbangan, dan 2) Berapa besar beban pajak yang ditanggung oleh konsumen dan yang ditanggung perusahaan.

Tulisan 4 Teori Organisasi Umum 2


Dampak Perubahan Biaya
            Dalam jangka pendek, unsur biaya terdiri atas fixed cost (FC) dan variable cost (VC). Dari dua unsur biaya tersebut, perubahan unsur biaya tetap (FC) tidak akan merubah biaya marjinal (marginal cost = MC), sehingga pada suatu tingkat harga tertentu keseimbangan perusahaan tidak mengalami perubahan. Telah diuraikan sebelumnya bahwa fixed cost tidak akan mengalami perubahan walaupun output yang dihasilkan mengalami perubahan. Dengan demikian, apabila terjadi perubahan tersebut bukan berasal dari perubahan kuantitas output, melainkan oleh faktor lain (perubahan pajak misalnya). Disisi lain, variable cost adalah biaya yang besar-kecilnya ditentukan oleh banyaknya output (Q) yang dihasilkan; sehingga kuantitas output berubah maka variable cost (VC)berubah. Jika VC berubah, total cost (TC) berubah, maka marginal cost (MC) berubah. Dengan demikian, perubahan fixed cost dalam jangka pendek tidak berpengaruh terhadap penawaran perusahaan. Yang terpengaruh hanyalah AFC dan AC.

Tulisan 3 Teori Organisasi Umum 2


Keseimbangan Industri
            Penawarsan industri atau penawaran pasar merpakan penjumlahan dari penawarn semua perusahaan yang menghasilkan produk sejenis pada suatu tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.

            Perusahaan yang menghasilkan produk sejenis sedemikan banyaknya. Namun berapapun banyaknya, pada umumnya dapat dielompokan kedalam tiga kategori. Tiga kategori yang dimaksud adalah:
  1. 1.    Kelompok perusahaan yang memperoleh laba normal;
  2. 2.    Kelompok perusahaan yang memperoleh laba murni “Positif” (sales gain);
  3. 3.    Kelompok perusahaan yang memperoleh laba murni “Negatif” (excess losses);

Pengelompokan ini dimaksud sebagai suatu bentuk penyederhanan untuk memahami penawaran industri. Untuk maksud ini pula, diumpamakan dipasar hanya terdapat dua kelompok perusahaan, yakni perusahaan A dan perusahaan B. Perusahaan A mewakili kelompok perusahaan yang memperoleh laba murni “Positif” dan perusahaan B mewakili kelompok perusahaan normal.